Senin, 07 Januari 2013

Indeks bias


INDEKS BIAS

Kelas/Kel                    : AKFAR 2B /  Geofreysigfrid
Hari, Tgl Praktikum    : 3 April 2012
Materi Percobaan        : INDEKS BIAS
Pustaka                        :           1. Farmakope IV
2. Farmakope III
3. Farmakope Belanda
4.http://duniaanalitika.wordpress.com/2003/04/refractometer/tabelbrix/





PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Indeks bias merupakan salah satu dari beberapa sifat optis yang penting dari medium. Indeks bias memiliki peran yang cukup penting di dalam beberapa bidang kimia, pengukuran terhadap indeks bias secara luas telah digunakan antara lain untuk mengetahui konsentrasi larutan dan mengetahui komposisi bahan-bahan penyusun larutan. Indeks bias juga dapat digunakan untuk mengetahui kualitas suatu larutan.
            Penelitian menunjukkan bahwa indeks bias dapat digunakan untuk menentukan kemurnian dari larutan. Dalam bidang industri makanan dan minuman, indeks bias juga dapat digunakan untuk mengetahui besarnya konsentrasi gula dalam produk makanan dan minuman, seperti contoh untuk mengetahui kandungan gula pasir dalam larutan gula pasir, kandungan gula batu dalam larutan gula batu, kemurnian madu, kandungan fruktosa dalam sirup paracetamol, dan garam beryodium.
            Indeks bias suatu larutan dapat diukur dengan menggunakan refraktometer. Metode ini merupkan metode yang sederhana. Sampel yang digunakan juga relatif lebih sedikit dibandingkan dengan metode-metode yang lainnya.
1.2 Tujuan Penelitian
·         untuk mengetahui indeks bias pada suatu larutan
·         untuk mengetahui kemurnian madu
·         untuk mengetahui kandungan gula pada minuman
·         untuk mengethui kandungan garam
II. DASAR TEORI
Indeks bias adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam udara dengan kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Indeks bias berguna untuk identifikasi zat dan ketakmurnian. Walaupun menurut farmakope suhu pengukuran adalah 25° tetapi pada banyak monografi indeks bias ditetapkan pada suhu 20°. Suhu pengukuran harus benar-benar diatur dan dipertahankan, karena sangat mempengaruhi indeks bias .harga ideks bias dalam farmakope ini di nyatakan untuk garis D cahaya natrium pada panjang gelombang deblet 589,0 nm dan 589,6 nm .Umumnya alat di rancang untuk di gunakan dengan cahaya yang putih tetapi di kalibarasi agar  memberikan indeks bias untuk garis D cahaya natrium. Farmakope Indonesia Edisi IV (Jakarta : Departemen Kesehatan RI.1991), hlm 1030.

Rumus : n = c/v
ket :     n : indeks bias
             c : kecepatan cahaya di udara
             v : kecepatan cahaya dalam zat
            Refraktometer alat dalam perdagangan umumnya dibuat dengan sinar putih yang telah ditera hingga dapat dinyatakan indeks bias  yang menggunakan sinar natrium pada panjang gelombang 589,3 (departemen kesehatan direktorat jendral pengawanasan obat dan makanan. Farmakope Indonesia Edisi III (Jakarta: Departemen Kesehatan, 1995), hlm 797.
Refraktometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar / konsentrasi bahan terlarut misalnya : Gula, Garam, Protein dsb. Prinsip kerja dari refractometer sesuai dengan namanya adalah dengan memanfaatkan refraksi cahaya. Sebuah sedotan pertama yang dicelupkan ke dalam gelas yang berisi air akan terlihat terbengkok. Sebuah sedotan yang kedua dicelupkan ke dalam sebuah gelas yang berisi lauran gula. Terlihat sedotan terbengkok lebih tajam. Fenomena ini terjadi karena adanya refraksi cahaya. Semakin tinggi konsentrasi bahan terlarut (Rapat Jenis Larutan), maka sedotan akan semakin terlihat bengkok secara proporsional. Refractometer ditemukan oleh Dr. Ernst Abbe seorang ilmuwan dari German pada permulaan abad 20.
Macam-macam Refraktometer :
1. Refraktometer Abbe
            Refraktor Abbe di gunakan untuk mengukur rentang indeks bias dari bahan bahan yang tercantum dalam farmakope indenesia berikut harga indek biasanya. Refraktometer abbe mempunyai dua lubang pengamat. Refraktometer lain dengan ketelitian yang setara atau lebih dapat di gunakan . Untuk mencapai ketelitian teoritis 0,0001 , pelu dilakukan kalibrasi alat terhadap buku yang di sediakan oleh pabriknya dan melakukan pengecekan sering kali terhadapa pengendali suhu dan kebersihan alat dengan menetapkan indeks bias air , destilasi , adalah 1,330 pada suhu  20 0 dan 1,3325 pada suhu 250.
2. Refraktometer tangan = Hand – Refraktometer
            Indeks bias sudah dikonversikan hinga dapat langsung dibaca kadarnya. Hanya untuk mengukur kadar zat tertentu saja dan terbatasi jika kadar tidak terbaca misalnya : terlalu pekat maka harus di encerkan. Hasil akhir dikalikan dengan pengenceran. Hand Refraktometer hanya mempunyai satu lubang pengamat.
Macam-macam Hand Refraktometer:
- Hand Refraktometer brik untuk gula 0 – 32 %
- Hand Refraktometer salt untuk NaCl 0 – 28 %

Gambar Hand Refraktometer
Refraktometer adalah alat untuk mengukur nilai kadar garam pada air.Alat ini sangat mudah dalam penggunaan dan perawatannya. Untuk menjaga keakuratan pembacaan dari refraktometer ini maka kita harus mengenal tiap bagian-bagian dari alat ini.


Refraktometer terdiri dari:
·         Probe Refraktometer :
Probe berwarna biru ini merupakan bagian yangpaling sensitif dari refraktometer. Probe berfungsi untuk membaca kadargaram pada air. Jangan biarkan probe tergores, karena akan mengurangi keakuratan pembacaan.
·         Penutup Probe Refraktometer : 
Penutup probe berwarna putih transparan,berfungsi untuk melindungi probe dari debu, atau benda-benda lain yangdapat membuat probe tergores. Selain itu penutup probe juga berfungsiuntuk menjaga air tidak tergeser/jatuh saat di teteskan ke dalam probe.Saat digunakan untuk pengukuran buka penutup probe ke arah atastetaskan air yang akan di ukur lalu turunkan penutup probe secara perlahan.
·         Mur Kalibrasi : 
     Mur kalibrasi berfungsi untuk menyesuaikan nilai bacaandari refraktometer, di gunakan apabila refraktometer ketika membaca airaquades tidak menunjukkan nilai nol.
·         Handle/Pegangan : 
Handle/Pegangan berupa grid yang memanjang daribagian mur kalibrasi sampai pengatur cahaya. Handle/ pegangan berfungsiuntuk memegang refraktometer. Grid membuat refraktometer mudahdipegang.
·         Pengatur Cahaya :
Pengatur cahaya berfungsi untuk mengatur cahaya yang
masuk, sehingga dalam melihat hasil bacaan menjadi lebih jelas.
·         Lensa: 
Lensa berfungsi untuk mata dalam melihat hasil bacaan dari kadar
garam pada air.

Prinsip Kerja :
Pada prinsipnya alat ini digunakan untuk kadar  garam menggunakan prinsip pembiasan.
Jika sample merupakan larutan dengan konsentrasi rendah, maka sudut refraksi akan lebar dikarenakan perbedaan refraksi dari prisma dan sample besar. Maka pada papan skala sinar “a” akan jatuh pada skala rendah.
Jika sample merupakan larutan pekat / konsentrasi tinggi, maka sudut refraksi akan kecil karena perbedaan refraksi prisma dan sample kecil.

Cara Kerja :
1. Tetesi refraktometer dengan aquadest
2. Bersihkan dengan kertas tisyu sisa aquadest yang tertinggal
3. Teteskan air sampel yang ingin diketahui salinitasnya
4. Lihat ditempat yang bercahaya dan catat hasilnya
5. Bilas kaca prisma dengan aquades, usap dengan tisyu dan simpan refraktometer di tempat kerja
Tabel brik:
http://duniaanalitika.files.wordpress.com/2010/03/tabelbrix.jpg?w=460



Monografi:
1. Gula pasir/ sakarosa: hablur putih, tidak bewarna, massa hablur/ berbentuk kubus/serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa manis, stabil di udara.
2. Gula batu: bewarna putih/putih kekuningan, bentuk seperti krital dan menggumpal, rasa manis,tidak berbau, larut pada suhu yang tinggi.
3. Madu: bewarna kuning/coklat/kuning kecoklatan, bentuk cair sedikit kental, rasa sangat manis ,bau khas,mencair jika disimpan terlalu lama.
4. Sirup paracetamol: bentuk cair,  jernih, rasa manis
5. Garam: bewarna putih, bentuk seperti kristal, rasa asin, mencair pada suhu yang tinggi.
III. ALAT DAN BAHAN
     Alat: 1. Pipet
              2. Refraktometer
              3. Bekker glass
              4. Timbangan
              5. Batang pengaduk
              6. Sendok tanduk
              7. Labu ukur
Bahan:    1. Gula pasir
               2. Gula batu
               3. Madu
               4. Sirup paracetamol
               5. Garam beryodium

IV. PROSEDUR KERJA
1.      Bidikan ujung refraktometer kearah cahaya terang dan atur dan cincin okuler mengatur drokten sampai garis skala terlihat jelas .
2.      Atur garis nol sehingga terlihat batas gelap dan terang .
- buka plat penutup .
- teteskan aquadest setengah tetes di permukaan plasma
- tutup amati batas gelap dan terang pada garis normal
Larutan pengukur sampel .
- buka plat penutup
- bersihkan air pada plasma penutup dengan tisu
- teteskan setengah tetes cairan yang akan di uji pada permukaan prisma .
- tutuplah plat kaca reflaktometer /
ukur kadar gula sample ( lakukan sampai 3 kali )

1 komentar:

Aprianti Cwothy mengatakan...

temnya dah bgus sih cumn tulisan postnya gak karuan

Poskan Komentar

Blog teman" q

Blogger news

Pages

SigfriedTonggeEsnyhayon. Diberdayakan oleh Blogger.

Ads 468x60px

GeofreyRibazz

Foto Saya
Sigfrid Tongge
Lihat profil lengkapku

Followers

Search

Memuat...

Featured Posts